Kemenpora Gelar Kenduri Nasional Scorpio III untuk Sambut TAFISA 2016

Berita, Event IMSI, Media

gedung-kementerian-pemuda-dan-olahragaJakarta: Sosialisasi gaung TAFISA (The Association For International Sport for All) World Games 2016 mulai dikencangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Salah satunya melalui ajang Kenduri Nasional Scorpio III bersama Ikatan Motor Scorpio Indonesia (IMSI) di halaman Kemenpora, Senayan, Jakarta, Sabtu (24/09) siang yang secara resmi dibuka oleh Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta.

Raden Isnanta menuturkan, jika ajang tersebut mampu memberikan banyak manfaat penting, di antaranya, melestarikan olahraga tradisional dan menjadikannya sebagai bagian dari kegiatan dunia. Sebab, terkait dengan prinsip hidup sehat dan bugar masyarakat dunia. Pembukaan dan penutupan olimpiade bagi olahraga rekreasi tersebut akan berlangsung di Ancol, Jakarta, 6 hingga 12 Oktober 2016 mendatang.

“Sebanyak 100 negara lebih yang menjadi target dan lebih dari 12.000 peserta, terlibat dalam kegiatan tersebut, dipromosikan berbagai olahraga rekreasi tradisional yang sudah berakar di masyarakat. Misalnya, dengan memperkenalkan permainan Enggrang, Terompah panjang, Layang-layang, Senam Kreasi Daerah dan Senam Poco-Poco, Pencak Silat Budaya, dan Gulat Tradisional,” ujar Isnanta.

“Saya harap ini mampu meraih sukses dari sisi ekonomi dan penyelenggaraan, karena itu akan kami sajikan seluruh potensi budaya Indonesia, olahraga, kuliner, baju kreasi yang inspiratif dan penuh kreatifitas. Kemudian harus bisa menunjukan bahwa kita aman dan nyaman. Sehingga muncul kepercayaan dunia, Indonesia tidak hanya ramah, indah, cantik, tetapi juga aman untuk dikunjungi,” imbuhnya didampingi Kagab Humas, Hukum dan Sisinfo pada Sesdep III Budiyanto dan perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Riki Yanuarfi.

Selain itu, diharapkan even akbar ini mampu memancing minat masyarakat untuk berolahraga. Menjadikan olahraga sebagai gaya hidup, karena Pemerintah melalui Menpora Imam Nahrawi, mencanangkan kembali gerakan Ayo Olahraga.“Masyarakat di negara lain juga cukup tinggi penyakitnya, seperti diabetes dan kolesterol. Karena itu, ayo jadikan olahraga sebagai solusinya, maka TAFISA harus benar-benar dimaknai seluruh rakyak Indonesia khususnya, sebagai ajakan untuk begerak, bergerak dan bergerak,” tegasnya.

TAFISA Games 2016 mengambil tema besar yakni “Unity in Diversity”, yang terinspirasi dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika. TAFISA Games atau festival olahraga rekreasi dunia, dapat menjadi kegiatan yang mampu melestarikan olahraga tradisional yang nyaris punah.Sebab, olahraga tradisional yang diciptakan oleh leluhur berperan penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Itu karena dianggap mampu mengatasi konflik dan permasalahan sosial yang terjadi dalam sebuah komunitas.

“Akan ada kirab atau arak-arakan Tarsius, dimulai pada minggu depan. Karena itu akan kita lakukan percepatan. Mekanismenya seperti arak-arakan api PON (Pekan Olahraga Nasional). Jadi, Tarsius akan disosialisasikan dari kota ke kota. Rencananya, dimulai dari Sulawesi, lalu ke Makassar, Kalimantan, ke Jawa dan berhenti di Ancol,” tutupnya.

Tarsius Tarsier atau monyet terkecil di dunia yang hanya ada di Sulawesi dan saat ini sudah hampir punah, akan menjadi maskot TAFISA Games 2016. Hal tersebut, juga merepresentasi olahraga tradisional yang memiliki kondisi yang hampir sama. Terlihat hadir dalam kesempatan ini Sekretaris Deputi III Bambang Laksono, Wakil Sekretaris III Tafisa Ahtiar Bahtiar dan Pimpinan Majelis Nurul Habib Jakarta Timur Ali Bin Husin Assegaf. (bud/ben)

 

sumber: http://www.kemenpora.go.id/index/preview/aneka/10935

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Written by OB

Leave a Reply
Sekretariat IMSI
Jl Komplek AL Ujung No 137 RT 002/019 Kelurahan Jati Makmur, Kec Pondok Gede, Kota Bekasi